Home > Artikel > Artikel: Berhenti Kerja atau tidak

Artikel: Berhenti Kerja atau tidak

MEMILIKI pekerjaan memang menyenangkan. Kita bisa mengerjakan sesuatu di bidang yang kita sukai, dan dibayar pula.

Apalagi jika kita bisa membiayai kuliah dengan uang sendiri dan tidak lagi membebani orangtua. Wah, rasanya lebih menyenangkan, deh! 

Tapi apakah pekerjaan yang tengah kamu geluti sekarang justru mulai membebanimu? Kamu tidak lagi punya cukup waktu beristirahat, mengerjakan tugas, belajar untuk ujian, atau bahkan hang out dengan teman-teman? 

Berhenti dari pekerjaan pun menjadi salah satu solusinya. Berat memang, apalagi karena kita telah terbiasa memiliki penghasilan sendiri. 

Nah sebelum memutuskan akan berhenti kerja, simak lima kondisi yang dapat menjadi alasanmuresign dari pekerjaanmu sekarang seperti dilansir Her Campus, Minggu (20/11/2011). 

1. Komitmenmu berlebihan pada pekerjaan 
Serunya dunia kampus adalah kamu bisa melakukan banyak hal selain kuliah. Selain memiliki pekerjaan sampingan, kamu juga bisa menjadi atlet di klub olahraga kampus, berorganisasi di himpunan mahasiswa atau badan eksekutif mahasiswa (BEM), atau aktif di pers kampus. Tapi, kamu juga mungkin akan menyadari bahwa semua kesibukan ini akan menggiringmu ke situasi yang membuatmu kewalahan. 

Ketika komitmenmu di berbagai aktivitas tersebut mulai membuat nilai-nilai turun, mungkin itu saatnya kamu berhenti.

Pakar karier, pendiri, dan presiden Come Rocommended Heather R Huhman menyatakan, banyak mahasiswa memiliki beberapa tanggung jawab sekaligus. Dan meskipun pekerjaan sampingan dapat memenuhi kebutuhan finansial, kadang kala itu dapat mengalihkan perhatian mereka dari studi. 

“Jika pekerjaan sampinganmu menyebabkan prestasi akademikmu jeblok, maka itulah saatnya kamu berhenti kerja. Lagi pula, kamu juga telah menghabiskan banyak biaya untuk pendidikanmu, kan?” ujar Heather. 

2. Atasan tidak menghormatimu
Jika atasanmu berlaku semena-mena terhadapmu, maka kemungkinan kamu akan merasa bekerja berlebihan dan frustrasi sangat besar. Bagaimanapun juga, ada perbedaan besar antara tidak menyukai si bos, dan ini bisa diperbaiki, atau si bos tidak menghormati pekerjaanmu. 

Jika atasan menindas (bullying), melecehkan, atau tidak menghormati hakmu, maka kamu boleh berhenti dari pekerjaanmu. Kamu bahkan bisa melaporkan si bos. 

3. Dapat kesempatan magang di bidangmu 
Pada akhirnya, cara terbaik untuk memastikan kamu mendapat pekerjaan yang tidak hanya kamu inginkan, tetapi juga nikmati setelah lulus adalah dengan menjalani sebanyak mungkin kesempatan magang. 

“Meski banyak perusahaan tidak menggaji karyawan magang mereka, perusahaan-perusahaan ini menyediakan pengalaman yang kamu butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus,” imbuh Heather. 

Kamu mungkin akan ragu untuk meninggalkan pekerjaan sampingan dengan gaji lumayan yang kini kamu jalani. Tapi dalam jangka panjang, mengikuti magang akan memberimu kesempatan dalam membuka jaringan di program studi yang kamu ambil. Bahkan, kamu akan mendapatkan banyak ide untuk dikembangkan setelah lulus. 

4. Kamu tidak mempelajari apa pun
Memiliki pekerjaan sampingan mungkin akan membantumu membayar tagihan listrik dan membeli buku kuliah. 

Tapi yang  paling penting, pekerjaan itu seharusnya mengajarimu kemampuan tertentu. Misalnya, belajar untuk bekerja sama dalam tim, bagaimana berkomunikasi, atau kemampuan spesifik yang dapat sangat berguna ketika kamu memasuki dunia kerja. 

Bagaimanapun juga, ketika pekerjaan sampinganmu tidak mengajarimu sesuatu yang baru, mungkin itu saatnya bagimu untuk mempertimbangkan apakah pekerjaan tersebut patut diteruskan. Memang, kamu bisa meneruskannya untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Tapi, mencari pekerjaan sampingan yang akan membantu target kariermu pun akan jauh lebih baik. 

5. Pekerjaan membuatmu kelelahan  

Jika pekerjaan sampinganmu memengaruhi waktu dan kualitas tidurmu, atau membuatmu sinis terhadap hidup, ada baiknya kamu mempertimbangkan kembali seberapa penting pekerjaan itu untukmu. 

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan dalam mengevaluasi keseimbangan kehidupan kerjamu saat ini. Kemudian, kamu bisa mengaplikasikan strategi baru untuk meraih pemikiran yang lebih baik. 

Beberapa strategi tersebut termasuk: 
– belajar mengatakan “tidak” 
– ‘memutuskan hubungan’ dengan dunia kerja ketika berada di kelas atau di rumah 
– memelihara kebiasaan dan waktu tidur yang cukup, termasuk juga menjaga asupan makanan dan menyediakan waktu untuk berolah raga secara teratur.  

Ingatlah, kamu berkuliah hanya untuk beberapa tahun. Bersenang-senanglah, dan jangan sampai kamu sudah merasa kelelahan ketika seharusnya memasuki dunia kerja. (rfa)

Categories: Artikel
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: